Ajari Menabung, Gemar Santunan
Menengok Perkembangan BTQ di Sumatera Selatan

By Admin 20 Mei 2016, 15:12:12 WIB Berita Pusat

Tindak lanjut dari pendidikan al-Qur’an, akhlak dan pelajaran cinta tanah air adalah praktek di tengah masyarakat. Anak-anak diajari tanggap terhadap kehidupan masyarakat sekitar khususnya masyarakat yang kurang mampu. Program inilah yang kini sedang digarap oleh pengajar BTQ di Palembang.

Menurut Pengurus YPS Palembang Aribowo, ada 2 BTQ yang merupakan BTQ induk di wilayahnya. “BTQ Suka bangun dan BTQ Sungai Lilin”, kata Aribowo. Kedua BTQ ini sudah cukup berkembang dengan jumlah murid hampir mencapai seratus.

BTQ Sungai Lilin berdiri sejak tahun 2011, sudah memiliki 80 siswa dengan gedung sendiri. Yakni dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dengan 5 orang guru pengajar. Pelajaran tingkat TK diberikan pada siang hari dan SD pada sore hari, sedangkan ba’da isya’ kegiatan untuk siswa-siswi yang sudah lulus BTQ. Pendidikan ini cukup maju dan pernah mendapatkan Penghargaan BTQ Teladan pada tahun 2013 di Acara Ulang Tahun BTQ di Yusro beberapa tahun lalu.

Para pengajar memang cukup kreatif seperti mendidik anak-anak dengan cara rajin berhemat. “Saya menganjurkan untuk anak-anak agar selalu rajin menabung, karena uangnya nanti akan digunakan untuk santunan,” ujar Karmin Kepala Sekolah BTQ Sungai Lilin. Setelah uang terkumpul penyampaian santunan diberikan pada saat peringatan hari-hari besar Islam. Kegiatan BTQ ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai Sabtu. “Khusus hari Kamis diliburkan karena diisi kegiatan rutin kautsaran warga,” ujar Muhammad Ali Mushidiq yang akrab dipanggil Karmin.

Sementara BTQ Suka bangun memiliki 70 siswa mulai dari tingkat TK, Sekolah Dasar, hingga remaja (SMP) dengan 6 orang guru pengajar. Pelajaran tingkat TK dan SD diberikan pada sore hari, setelah maghrib untuk kategori remaja. Kegiatan BTQ ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai Sabtu dan belum memiliki gedung sendiri. Saat ini warga sedang berusaha membangun gedung yang kini dalam proses pondasi dari hibah tanah warga Shiddqiyyah bernama Poniran.Untuk mempercepat terwujudnya bangunan itu warga juga membuat usaha lain. “Usaha ternak ikan cupang, yang hasilnya nanti akan digunakan untuk dana pembangunan gedung serba guna ini,” ujar Eli Anton selaku Kepala Sekolah BTQ Suka bangun. Karena memang gedung ini nantinya juga akan digunakan sebagai tempat kautsaran dan kegiatan warga Shiddiqiyyah lainnya.

Perjuangan warga Shiddiqiyyah Palembang dalam mensukseskan Taman Pendidikan Bustam Tsamrotul Qolbis Salim Shiddiqiyyah sudah dimulai sejak awal bulan Syawal lalu. Terlebih setelah mendapat kunjungan Kholifah Moch.Chamim di Palembang tahun lalu yang memberi saran agar melakukan kegiatan rutin kautsaran karena warga Shiddiqiyyah sudah mulai banyak di daerah Suka bangun, kecamatan Sukarami, Palembang tersebut.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment