Beranda Berita Pusat FGD Kemerdekaan Bangsa dan Berdirinya NKRI di Kalbar Sukses Besar

FGD Kemerdekaan Bangsa dan Berdirinya NKRI di Kalbar Sukses Besar

JOMBANG, majalahalkautsar.com Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia yang Dijiwiai Manunggalnya Keimanan terus menggelar FGD (Fokus Grup Discussion) Usulan Penetapan Nomenklatur Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 dan Berdirinya Negera Kesatuan Republik Indonesia 18 Agustus 1945.  Baru-beru ini sukses dilaksanakan bersama Perkumpulan Merah Putih (PMP) di Rumah Adat Melayu, Jalan Sultan Syahrir Pontianak  Kalimantan Barat. Selasa (23/01/2024).

“Alhamdulillah Atas Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa pelaksanaan FGD Usulan Penetapan Nomenklatur Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI di Pontianak Kalimantan Barat berjalan sukses. Dukungan dan kebersamaan sauadara-saudara kita khususnya dari Perkumpulan Merah Putih luar biasa,” aku Drs. Ismu Syamsuddin Sekjen DPP PCTA Indonesia.

Iklan Majalah Al Kautsar

Drs. Ismu Syamsudin menambahkan bahwa sudah 78 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia ini berdiri, namun sekalipun belum pernah ada peringatan dan selamatan Hari Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia 18 Agustus 1945.

“Padahal bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang sangat religius. Presiden RI, Bapak Joko Widodo pada Doa Bersama di Istana awal Agustus 2023 mengungkapkan bahwa Indonesia adalah bangsa tertinggi tingkat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil survey menyatakan tingkat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa mencapai 96 persen, tertinggi di dunia,” ucapnya.

Bangsa Indonesia juga sangat spiritual, kaya akan ritual, kaya adat dan budaya luhur. Bayi lahir saja diselamati, pupak puser diselamati. Mau membangun rumah diselamati, buka usaha diselamati, naik jabatan diselamati. Tapi mengapa Hari Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ikut diselamati?

“Sejauh ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengerti arti serta makna ‘bangsa’ dan ‘bentuk negara’. Mereka belum atau tidak memahami kronologi perjuangan bangsa Indonesia sampai tercapainya kemerdekaannya. Siapa yang dijajah selama 434 tahun dan siapa yang menyatakan kemerdekaan,” tegas Ismu Syamsudin.

Sekum PCTAI ini mengharapkan Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan ini bisa menjadi usulan penetapan Hari Kemerdekaan Bangsa (17-08-1945) dan penetapan Hari Berdirinya Negera Kesatuan Republik Indonesia (18-08-1945) bertujuan sebagai wahana diskusi dan bertukar pikiran dari berbagai unsur para nasionalis, akademis, sejarawan, pemerintah, rohaniawan, masyarakat dalam rangka memfinalkan usulan besar yang menyangkut keimanan dan kemanusiaan, bangsa dan negara.

Rencananya setelah sukses dari Kalimantan Barat FGD akan dilanjutkan di Provinsi Bengkulu

“Insyaallah setelah dari Kalimantan Barat ini akan dilanjutkan di Bengkulu. Setelah itu baru bisa naik ketingkat nasional,” ujar Kushartono Ketua  Departemen Pendidikan DPP PCTA Indonesia yang ikut dalam FGD ini

Diakhir kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan yang dilaksanakan Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat bekerjasama dengan organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) ditandatangani kesepakatan bersama  usulan penetapan Nomenklatur 17 Agustus 1945 Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan 18 Agustus 1945 hari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.*

Berita sebelumnyaWarga Shiddiqiyyah di Malaysia Rutin Gelar Do’a Kautsaran