Hubungan Puasa Romadlon dan Idul Fithri

By Admin 04 Jun 2020, 11:37:54 WIB Berita Pusat

Ibadah puasa bulan Romadlon yang dilaksanakan oleh kaum muslimin selama sebulan penuh adalah ibadah yang tinggi nilainya. 

Dengan tidak makan dan tidak minum  selama puasa merupakan metode untuk menekan daya tarik materi dan jasmaniyah, maka sejatinya puasa merupakan medan latihan mengasah kesadaran akan hadlirnya Tuhan dalam diri manusia. Adalah kesadaran inilah yang menjadi landasan ketaqwaan yang mampu membimbing seseorang ke arah tingkah laku yang baik dan terpuji yang dalam kerangka Islam disebut sebagai Ihsan.


Baca Lainnya :

Kesadaran akan adanya Tuhan yang Maha Hadlir, jelaslah menjadi inti dari ibadah puasa dan inti dari pengakuan yang asasi bahwa pada kenyataannya manusia secara spiritual memiliki hubungan yang mesra dengan Tuhan. Hubungan ini harus senantiasa dijaga dan dipelihara supaya tetap istiqomah. Puasa adalah salah satu cara yang paling bernilai dalam menjaga hubungan manusia dengan Tuhannya itu. Dengan demikian, puasa adalah strategi dan usaha pensucian diri pribadi manusia secara berkala. Menurut Islam, manusia dilahirkan dalam kondisi fithroh. Tetapi karena kelemahannya sendiri, manusia mengalami proses pengotoran hatinya, sehingga lama kelamaan manusia terjatuh dan terseret ke dalam arus kesengsaraan bathin. Datangnya bulan Romadlon dimana seseorang melakukan ritual puasa dan diikuti oleh amalan-amalan mulia lainnya merupakan kesempatan untuk membersihkan diri dan bertaubat, dan inilah proses penyucian diri untuk kembali seperti keadaan aslinya.


Menurut hadits Nabi, adanya dinamakan bulan “Romadlon” ialah mengandung arti “yarmadludz dzunuub” (untuk melebur dosa-dosa).

Maka selama bulan Romadlon itu manusia menjalani proses pembersihan diri agar bisa kembali suci seperti aslinya.

Oleh karenanya seusai berpuasa Romadlon itu, ada hari yang khusus dijadikan Alloh sebagai hari raya, agar mereka kembali pada jati diri,  agar mereka kembali pada kondisi aslinya. ‘Ied’ artinya ‘kembali’,  dan ‘fithri’ artinya ‘suci’.

Dengan disyari’atkannya ‘Idul Fitri, sudah pasti disana terdapat hikmah-hikmah yang agung, baik yang dapat kita ketahui maupun yang belum dapat kita ketahui.* al ikhwan




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment