Covid-19 Ujian Keimanan Pancasila

Kita sama maklum bahwa negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah (satu-satunya) negara di dunia ini yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal ini sebagaimana tersebut dalam Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Bab XI Pasal 29 UUD 1945 adalah ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Berfikir sederhana. Merujuk kada pesan Sang  Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba pada malam peringatan Isro’ Mi’roj dan Hari Shiddiqiyyah 27 Rojab 1441 H lalu. Beliau menegaskan bahwa corona  merupakan ujian keimanan.

Nah, dengan demikian apakah keimanan negara kita, keimanan pejabat-pejabat kita juga di uji? Terkait virus corona ini.

Apakah virus corona ini bisa meningkatkan keimanan negara Republik Indonesia?

Apakah para palaksana-pelaksana negara yang katanya  berjiwa Pancasila juga semakin kuat keimannya?

Apakah penangaman corona selama ini juga  melibatkan Tuhan Yang Maha Esa. Ada penanganan dari sisi keimanan?

Apakah gerakan negara dan pemerintah juga mengdorong untuk memperkuat sisi keimanan? Bukan sekedar sisi dhohir,  syariat, logika,  dan sejenisnya.

Sebagai negara yang ber Ketuhanan tentunya negara tidak cukup hanya sibuk menghadang secara syariat. Tapi kita juga harus sibuk dan menemukan Tuhan untuk memperkuat iman.

Sebab jika corona ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap keimanan pejabat dan negara. Lalu apa fungsinya Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa ditancapkan menjadi dasar negara.

Pertanyaan-pertanyaan ini memang hanya berlaku jika  kita sepakat (mengikuti) sebagaimana yang ditegaskan Sang Mursyid bahwa corona adalah ujian keimanan.

Mengapa harus kita kaitkan dengan keimanan negara?

Karena kita meyakini, jika cara-cara NKRI ini tepat dan sukses dalam menghadapi ujian corona. Adalah tidak mustahil mungkin inilah saat yang tepat akan membawa Indonesia menuju mercusuar perdamaian dunia.

Jika Indonesia sukses cara menyikapi corona yang merupakan ujian keimanan ini. Maka akan muncul dari Indonesia super power perdamian  dunia abadi.

Sebagaimana yang pernah digagas oleh Soekarno 60 tahun yang lalu di Sidang Umum PBB tahun 1960. Soekarno menegaskan hanyavdengan Pancasila (Ketuhanan dan Kemanusiaan) dunia akan damai abadi.

Wallohu’alamu mari kita berdoa. Semoga kita dan bangsa Indonesia, pemerintah dan negara Indonesia termasuk manusia di dunia sadar bahwa semua ini hakekatnya adalah ujian keimanan. 

Dan mari  kita bersama-sama  meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga penyadaran keimanan ini  berawal dari Indonesia menuju penyadaran iman dunia.  Wabah corona muncul kebangkitan tasawwuf.* kus

Tinggalkan Balasan