Semua Murid, Wajib Ikut Melestarikan Shiddiqiyyah

Sebagai hamba yang telah menerima anugerah dan merasakan nikmah besar dari Thoriqoh Shiddiqiyyah sudah semestinya selalu menjaga dan ikut melestarkiran Shiddiqiyyah.

Sebagai wujud rasa syukur sebagai warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, selain mengamalkan semua ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah agar bisa mendapatkan MA-AN GHODAQO, juga harus ikut serta dalam melestarikan Shiddiqiyyah, diantara caranya dengan : 

Meningkatkan keyaqinan terhadap kebenaran Shiddiqiyyah. 

Sebagai warga Shiddiqiyyah haruslah sudah yaqin akan kebenaran Shiddiqiyyah. Maksud yaqin disini adalah benar-benar tahu terhadap kebenaran Shiddiqiyyah. Seandainya masih ada yang meragukannya, haruslah segera dibenai, mungkin bisa dengan cara memperbanyak pengetahuan tentang Shiddiqiyyah, diantaranya dengan membaca buku-buku tentang Shiddiqiyyah dan aktif mengikuti bimbingan dan pengajian. Serta mengamalkannya dengan sungguh-sungguh apa-apa yang telah diterimanya dari Shiddiqiyyah. 

Mengapa harus yakin terhadap kebenaran Shiddiqiyyah? Karena dari keyakinan tersebut akan bisa menjadi motor penggerak dalam memperjuangan Shiddiqiyyah. Kalau sudah yakin akan kebenaran Shiddiqiyyah, secara otomatis pula akan tumbuh rasa cinta dan sayang terhadap Shiddiqiyyah. Selanjutnya juga pasti akan muncul kesadaran untuk membelanya, memperjuangkannya serta membesarkannya. Jadi masalah peningkatan keyakinan ini sangatlah penting sekali. 

Sebagaimana jaman Nabi Muhammad dulu, setelah umat Islam mendapat bimbingan selama 13 tahun pada fase Mekah, yang mana pada fase tersebut pembinaannya masih dititik beratkan pada masalah aqidah dan tauhid (diperkenalkan dengan Tuhan yang sebenarnya), lalu umat Islam diuji keyakinan dan akidahnya dengan 2 macam peristiwa, yaitu peristiwa isro’ mi’roj dan hijrah. Dari ujian isro’ mi’roj, menghasilkan 3 tingkatan golongan, yaitu golongan yang membenarkannya, golonan yang ragu-ragu dan golongan yang menolaknya. Dan dari tiga golongan ini tentunya yang terbaik nilainya adalah golongan yang membenarkannya. 

Selanjutnya dengan peristiwa hijrah, terbagilah umat Islam menjadi 3 golongan, yaitu pertama yang hijrahnya semata-mata karena Alloh dan Rosulnya, kedua hijrahnya karena wanita (mengikuti wanita atau orang yang dicintainya) dan ketiga yang hijrahnya karena dunia (harta). Dari tiga golonan ini tentunya yang paling baik adalah yang murni semata-mata karena Alloh dan Rosulnya. 

Nah, orang yang sudah yakin terhadap kebenaran Shiddiqiyyah inilah ibaratnya kalau dalam ujian isro’ mi’roj adalah golongan yang menerima kebenaran isro’ mi’roj dan kalau dalam ujian hijrah adalah orang yang hijrahnya karena Alloh dan Rosululloh. Dan orang-orang inilah yang nantinya akan sangat loyal terhadap Shiddiqiyyah, dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan apa saja.* red alka

Tinggalkan Balasan