Melestarikan Shiddiqiyyah dan Ikut Bergabung dalam organisasi

Sebagai bentuk dari dukungannya serta keikutsertaannya terhadap fase pelestarian Shiddiqiyyah ini adalah dengan bergabung dalam organisasi-organisasi yang ada di lingkungan Shiddiqiyyah. Dikarenakan organisasi itu pada dasarnya adalah penyatuan dan penggabungan kekuatan dari tiap individu agar mempunyai kekuatan yang lebih besar lagi guna menggapai sesuatu yang lebih besar yang dibutuhkan oleh Shiddiqiyyah. Entah hanya jadi anggota saja atau partisipan saja, terserah yang penting masuk dalam organisasi. Dikarenakan meskipun sesuatu itu baik, namun bila tidak didukung dengan organisasi yang rapi, pasti akan dapat terkalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan rapi. 

Nabi Muhammad sendiri yang sudah dijamin kemenangan dalam perjuangannya oleh Alloh juga membangun organisasi, diantaranya dengan mempersaudarakan shohabat Muhajirin dan Anshorin ketika sudah berada di Madinah, membentuk barisan pertahanan, membuat jaringan-jaringan dan sebagainya, hingga akhirnya Islam bisa menghadapi berbagai macam serangan dari musuh-musuh Islam dan menaklukannya. Itu semuanya karena adanya organisasi yang rapi atau team yang kuat dikalangan umat Islam. 

Dan organisasi itu kalau sudah semakin teratur jalannya serta rapi maka dengan sendirinya akan menjadi suatu sistem, yaitu susunan yang unsurnya sudah teratur rapi atau saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas yang bisa terus berjalan. Sebagaimana jaman Nabi Muhammad dulu, setelah organisasinya sudah menjadi sistem, maka meskipun ditinggal oleh Nabi Muhammad, Islam tetap bisa berkembang hingga sekarang. 

Memposisikan diri sebagai penunjang atau pelaksana perjuangan. 

    Dalam Alquran banyak ayat yang menerangkan tentang golongan yang berjuang di jalan Alloh, yaitu dengan amwal (harta) dan anfus (dirinya / jiwanya). Diantaranya :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan nyawa mereka di jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Al-Hujurat : 15)

Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (At taubat : 41)

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (As shof:11)

Begitu juga keterangan dalam hadis :

“Berjihadlah kalian menghadapi kaum musyrikin (kafirin) dengan harta, jiwa dan lisan kalian” (HR. Abu Daud dan lainnya).

Dengan adanya perintah berjuang dengan amwal (harta) maka muncullah istilah penunjang perjuangan, dan dengan adanya perintah berjuang dengan anfus (diri / jiwa), muncullah istilah pejuang (pembawa misi perjuangan). Hanya dengan dua macam posisi inilah (berjuang dengan Amwal dan Anfus), pasti akan mencapai kemenangan, disebut sebagai orang-orang  yang benar dst.

Karena itu untuk membentuk kedua macam posisi tersebut maka di Shiddiqiyyah banyak melakukan usaha-usaha atau bisnis, memotivasi warganya untuk berwira usaha, mendorong warganya untuk giat bekerja, serta banyak dilakukan pembinaan-pembinaan baik melalui pengajian-pengajian maupun bimbingan-bimbingan khusus. Semuanya itu demi terwujudnya dua macam pelaku perjuangan tersebut. 

Senantiasa meningkatkan kualitas diri.

Agar selalu siap dalam menghadapi tantangan, maka hendaklah juga selalu meningkatkan kualitas diri, baik dalam masalah spiritual maupun ilmu pengetahuan. Karena kedepannya nanti persoalan yang akan dihadapi tidak semakin ringan melainkan bertambah berat dan mungkin banyak yang baru. Selain itu setidak-tidaknya kita juga harus bisa menjadi pengarah dan pembimbing bagi anak-anak kita bahkan mungkin bagi lingkungan kita. Agar anak dan lingkungan kita nantinya bisa meneruskan perjungan kita, hingga Shiddiqiyyah tetap lestari. Karena itu marilah kita senantiasa mendekat pada Alloh, berusaha agar mempunyai jiwa La ilaha illalloh, memperbanyak wawasan, menghiasi diri dengan akhlaq mulya. 

Jangan putus dari Rohmat Alloh, dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan apa saja, agar senantiasa mencapai kemenangan.

Agar selalu mendapat pertolongan dari Alloh, mencapai kemenangan dalam perjuangan, tidak tergoyahkan oleh masalah apapun, maka janganlah sampai putus dari Rohmat Alloh, dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan apa saja. Maksud tidak putus dari Rohmat Alloh adalah tidak putus hubungan dengan Alloh, dengan kata lain selalu bergantung dan bersandar pada Alloh. Dan buah dari selalu menghubungkan diri kepada Alloh (tidak putus dari Rohmat Alloh) diantaranya adalah “Yaqin”. Dan dengan yaqin itu akan membuat jiwa kita senantiasa tenang dan bahagia. Sebagaimana disinggung dalam hadis Nabi: “Cukup dengan Yaqin, jiwa menjadi kaya”, (maksud kaya disini adalah kaya ma’nawi).

Berbakti kepada Alloh

Banyak disinggung dalam hadis mengenai keutamaan doa dan kekuatan doa. Terhadap sesuatu yang mungkin mustahil bagi akal untuk mencapainya, maka doalah solusi yang paling tepat. Dan dalam hubungannya dengan Thoriqoh, hendaklah memperbanyak doa untuk kelestarian Shiddiqiyyah.

Harus memegang teguh cirikhas Shiddiqiyyah.

Banyak cirikhas Shiddiqiyyah yang tidak dimiliki oleh pondok Pesantren dan juga Thoriqoh lain. Dan ini haruslah selalu dipakai karena merupakan identitas Shiddiqiyyah, yaitu diantaranya:

Mengedepankan Cinta tanah air.

Mengenai dasar dan alasan mengapa harus cinta tanah air, serta contoh-contoh sederhana yang harus dilakukan bagi orang yang cinta tanah air, sudah banyak disampaikan.

S3 (Silatur Rohim, Santun dan Shodaqoh).

Mengenai dasar dan hikmahnya juga sudah sering disampaikan.

Menjunjung tinggi toleransi umat beragama.

Bagi Shiddiqiyyah menghormati pemeluk agama lain adalah kewajiban, baik ditinjau dari Alquran, contoh dari Nabi Muhammad, maupun UUD 1945.

Semoga kita tergolong orang-orang yang bisa syukur terhadap thoriqoh Shiddiqiyyah, amin ya Robbal alamin.* red alka

Tinggalkan Balasan