Penjelajahan Perdana ke Pulau Gili Ketapang

By Admin 07 Nov 2020, 11:23:59 WIB Berita Daerah


Baca Lainnya :

Opshid Jelajah Pulau ini akan diikuti oleh sekitar 600 peserta yang berasal dari Opshid pusat dan daerah.

ORGANISASI Pemuda Shiddiqiyyah (Opshid) tak berhenti menunjukkan kiprahnya di bidang kemanusiaan. Kreatifitas aktifisnya semakin berkembang, ruang geraknya juga kian melebar.

Bukti nyatanya; Opshid memprogramkan Jelajah Pulau. Program ini merupakan peningkatan Opshid Jelajah Desa yang sudah dikerjakan dalam beberapa tahun ini.

Sasaran pertamanya, Pulau Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur. Rencananya Jelajah Pulau dilaksanakan pada Sabtu 29 Jumadil Akhir / 17 Maret mendatang.

Jelajah Pulau ini akan diikuti oleh sekitar 600 peserta yang berasal dari Opshid Pusat dan daerah,” ujar Kuswanto, Ketua Panitia Jelajah Pulau.

Sebenarnya, banyak sekali jumlah peserta yang ingin ikut program ini. Namun karena jarak tempuh yang dibutuhkan menuju lokasi jauh dan lagi transportasi penyeberangan ke Pulau Gili minim sehingga jumlah peserta perlu dibatasi.

Panitia juga menentukan semua peserta nanti akan mengenakan seragam kaos Jelajah Desa. Aris Kurniawan, panitia yang melayani pemesanan kaos Jelajah Pulau mengatakan pesanan kaos yang sudah diterima hingga tanggal  2 Maret mencapai 634 buah.

Kaos seharga Rp. 150 ribu per buah ini, jelas Aris, akan dibuat sebanyak 750 buah. Namun pembagian kaos itu nanti akan diprioritaskan untuk peserta saja. Selebihnya, baru akan dibagikan setelah Jelajah Desa. Itu artinya pemesan kaos tidak serta merta dapat mengikuti Jelajah Pulau kali ini.

Pulau Gili Ketapang berada diantara Pulau Madura dan Pulau Jawa, berjarak sekitar 5 Mil di tengah laut dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Dihuni sekitar 9590 jiwa, mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Karena sampai sekarang belum ada jembatan dan kapal penumpang maka peserta Jelajah Pulau akan menyeberang menggunakan kapal motor kecil yang disewa.

Di pulau itu Opshid akan menyampaikan 200 paket santunan dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk memudahkan, bahan sembako dalam paket santunan itu akan di kirim pada H – 7. Hingga sekarang berbagai persiapan seperti survey, perizinan, tempat istirahat, tempat parkir kendaraan telah selesai dilakukan.

Bahasa komunikasi menjadi kendala tersendiri meski tidak signifikan. Karenanya, Panitia Pusat telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pengurus DPD Opshid di wilayah terdekat seperti Pasuruan, Probolinggo yang cukup akrab dengan Bahasa Madura penduduk Gili Ketapang. Dengan berbagai persiapan itu, diharapkan pelaksanaan Jelajah Pulau bisa berjalan lancar dan santunan yang diberikan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Gili Ketapang.*

 

Mulyono




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment