Sang Mursyid Membedah Makna “Yadulloohi ‘alaal Jamaa’ah”

KUTIPAN

 

Kalau
birri wattaqwa kebaikan tidak
diorganisir hanya masing-masing diri, tapi itsmi wal’udwaan diorganisasi, birri
wattqwa
bisa dikalahkan oleh kemaksiatan
.

(Syech
Muchtarulloh Al – Mujtabaa
, Mursyid
Thoriqoh Shiddiqiyyah
)

 

Penataan organisasi yang baik ini dicontohkan oleh Rosululloh setelah hijrah ke Madinah. Setelah terorganisasi, umat muslim di Madinah
tak hanya berhasil mengalahkan kaum kafir Quraisy, bahkan menjelma menjadi
super power dunia.

 

IRING-IRINGAN kendaraan
memasuki kawasan Pondok Pesantren Ash – Shidiqi yang terletak di
perbatasan Pasuruan dan Probolinggo. Bus biru yang terletak paling
depan berhenti,
diikuti sejumlah
mobil.

Turun dari bus, sang tamu agung, Syech Muchtarulloh Al – Mujtabaa, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Beliau bertamu ke rumah salah
satu wakilnya, Kholifah
Samsul Arifin.

Kunjungan Sang Guru ke Pondok Pesantren Ash
– Shidiqi ini merupakan bagian dari
rangkaian k
unjungan ibadah S3 ke sejumlah tanah Jaami’atul Mudzakkirin di Tapal Kuda. Beberapa
pengurus DPP Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid) dan lembaga otonom ikut pula
dalam acara tersebut.

Dalam kunjungan tersebut,
Sang Guru hanya menjelaskan satu hadist, yang sedikit dan pendek, tapi artinya sungguh mendalam. “Secara
singkat disini saya hanya akan 
menyampaikan satu hadits keterangan dari shohabat Ibnu Abbas, demikian
haditsnya Qoola Rosululloh SAW:
Yadulloohi ‘alaal jamaa’ah
. Hadits ini detak singkat
tetapi cukup, jadi detak cukup,
kata Sang Mursyid mengawali
pitutur luhurnya.

Kalau diamalkan, lanjut Sang
Mursyid, hadits yang singkat ini cukup menakjubkan.  Tetapi
kalau tidak diamalkan, meski  dibaca 1000 kali tidak akan keluar
ketakjubannya. Bagaimana  mengamalkan hadits yang singkat
itu?

Dalam hal tersebut Sang Mursyid menjelaskan, bila jama’ah
yang disebut dalam hadist tersebut bukan sekedar jama’ah. Bukan hanya kumpulan manusia. Jamaa’ah
itu kumpulan manusia tapi yang diorganisasi. Ada banyak orang kumpul tapi tidak
diorganisasi seperti kundangan atau seperti orang melihat tontonan, macam-macam
tontonan itu berkumpul banyak tapi tidak diorganisasi,” ungkap Sang Guru.

Di dalam AlQur’an, kita diperintahkan berjama’ah. Seperti
yang tercantum dalam surat At – Taubah. Wata’aawanuu
‘alal birri wattaqwa walaa ta’aawanuu ‘alal itsmi wal ‘udwaan wattaqulloh
innalloha syadiidul iqoob
, Dan tolong-menolonglah kamu atas kebaikan dan
ketaqwaan. Dan jangan
kamu-tolong menolong atas kedurhakaan dan permusuhan, takutlah kamu kepada
Alloh, sesungguhnya Alloh itu dahsyat siksanya.

“Diperintah ta’aawanuu diperintah
membuat organisasi yang tertib tentang birri
wattaqwaa
dan tidak boleh membuat organisasi alal itsmi wal ‘udwaan,
papar Sang Mursyid.

Latar belakang kenapa harus membuat organisasi yang mengkoordinir kebaikan, agar bisa melemahkan organisasi yang bertujuan untuk
kemaksiatan
. “Kalau birri wattaqwa kebaikan tidak diorganisir hanya masing-masing diri, tapi itsmi wal’udwaan diorganisasi, birri
wattqwa
bisa dikalahkan oleh kemaksiatan,terang cucu
Kyai Achmad Syuhada’ tersebut.

Rosululloh juga memberikan
sebuah contoh nyata Yadulloohi ‘alaal
jamaa’ah
. Seperti halnya sebelum umat Islam di Makkah hijrah ke Madinah. Mereka kalah dengan para orang kafir Quraisy. Karena kafir Quraisy diorganisasi dengan baik, sedangkan para umat Islam belum terorganisir.

Namun setelah ada perintah hijrah untuk kedua kalinya, yaitu ke Madinah.
Ada tiga hal yang dilaksanakan oleh Nabi. Pertama
adalah Iqomatul Masjid, membuat
organisasi Muhajirrin dan Anshorin lalu mendirikan negara muslim Madinah yang diikat dengan piagam Madinah. Setelah semuanya
terlaksana hanya dalam tempo 22 tahun saja dibawah kepemimpinan Rosululloh
dilanjutkan oleh Abu Bakar Ashidiq dan sepeninggal Abu Bakar dilanjutkan oleh
Umar Ibnul Khatab. Negara Madinah menjadi Negara super power yang dapat mengalahkan Romawi dan Persia.

“Setelah membentuk negara, organisasi, coba Rosul 10 tahun di Madinah
wafat diganti Abu Bakar dua tahun.
Abu Bakar wafat diganti Umar 10 tahun berapa dihitung itu?  Baru 22 tahun masya Alloh.
Semua dikuasai, Palestina dikuasai, Madinah, Yordania, Mesir, Persi semua-semua
dikuasai padahal cuma 22 tahun. Padahal waktu itu negara di dunia super powernya itu hanya dua. Satu Romawi dan
dua Persia,papar Sang Guru.

Oleh sebab itu, lanjut Sang
Mursyid, beliau berjuang dengan
sungguh-sungguh bagaimana organisasi ini rapi serapi-rapinya, agar memperoleh berkah hadits Yadulloh
‘alal
Jamaa’ah. Kalau itu diamalkan sungguh-sungguh menakjubkan
seperti Negara Madinah.

Sang Mursyid memaklumi jika organisasi di Shiddiqiyyah belum rapi, karena masih baru. Sedangkan yang
lama – lama saja juga belum rapi. Namun sebagai murid yang taat kepada Sang
Guru sudah menjadi kewajiban jika kita ikut berorganisasi, merawat dan
marapikan organisasi yang dilahirkan dari gagasan Sang Mursyid.

“Kalau cinta terhadap Organisasi
Shiddiqiyyah, itu harus yang
rapi. Harus yang rajin. Harus semua jadi organisasi,harap Sang Mursyid.*

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top