Tindak lanjut dari pendidikan al-Qur’an, akhlak dan pelajaran
cinta tanah air adalah praktek di tengah masyarakat. Anak-anak diajari tanggap
terhadap kehidupan masyarakat sekitar khususnya masyarakat yang kurang mampu.
Program inilah yang kini sedang digarap oleh pengajar BTQ di Palembang.
Menurut
Pengurus YPS Palembang Aribowo, ada 2 BTQ yang merupakan BTQ induk di
wilayahnya. “BTQ Suka bangun dan BTQ Sungai Lilin”, kata Aribowo. Kedua BTQ ini
sudah cukup berkembang dengan jumlah murid hampir mencapai seratus.
BTQ
Sungai Lilin berdiri sejak tahun 2011, sudah memiliki 80 siswa dengan gedung
sendiri. Yakni dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai kelas 6 Sekolah Dasar (SD)
dengan 5 orang guru pengajar. Pelajaran tingkat TK diberikan pada siang hari
dan SD pada sore hari, sedangkan ba’da isya’ kegiatan untuk siswa-siswi yang
sudah lulus BTQ. Pendidikan ini cukup maju dan pernah mendapatkan Penghargaan
BTQ Teladan pada tahun 2013 di Acara Ulang Tahun BTQ di Yusro beberapa tahun
lalu.
Para
pengajar memang cukup kreatif seperti mendidik anak-anak dengan cara rajin
berhemat. “Saya menganjurkan untuk anak-anak agar selalu rajin menabung, karena
uangnya nanti akan digunakan untuk santunan,” ujar Karmin Kepala Sekolah BTQ
Sungai Lilin. Setelah uang terkumpul penyampaian santunan diberikan pada saat
peringatan hari-hari besar Islam. Kegiatan BTQ ini dilaksanakan setiap hari
Senin sampai Sabtu. “Khusus hari Kamis diliburkan karena diisi kegiatan rutin
kautsaran warga,” ujar Muhammad Ali Mushidiq yang akrab dipanggil Karmin.
Sementara
BTQ Suka bangun memiliki 70 siswa mulai dari tingkat TK, Sekolah Dasar, hingga
remaja (SMP) dengan 6 orang guru pengajar. Pelajaran tingkat TK dan SD
diberikan pada sore hari, setelah maghrib untuk kategori remaja. Kegiatan BTQ
ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai Sabtu dan belum memiliki gedung
sendiri. Saat ini warga sedang berusaha membangun gedung yang kini dalam proses
pondasi dari hibah tanah warga Shiddqiyyah bernama Poniran.Untuk mempercepat
terwujudnya bangunan itu warga juga membuat usaha lain. “Usaha ternak ikan
cupang, yang hasilnya nanti akan digunakan untuk dana pembangunan gedung serba
guna ini,” ujar Eli Anton selaku Kepala Sekolah BTQ Suka bangun. Karena memang
gedung ini nantinya juga akan digunakan sebagai tempat kautsaran dan kegiatan
warga Shiddiqiyyah lainnya.
Perjuangan
warga Shiddiqiyyah Palembang dalam mensukseskan Taman Pendidikan Bustam
Tsamrotul Qolbis Salim Shiddiqiyyah sudah dimulai sejak awal bulan Syawal lalu.
Terlebih setelah mendapat kunjungan Kholifah Moch.Chamim di Palembang tahun
lalu yang memberi saran agar melakukan kegiatan rutin kautsaran karena warga
Shiddiqiyyah sudah mulai banyak di daerah Suka bangun, kecamatan Sukarami,
Palembang tersebut.*





















