Beranda Berita Daerah Dari Jejak Raden Ajeng Kartini ke Semangat Bangsa: Perayaan Bersama JKPHS ...

Dari Jejak Raden Ajeng Kartini ke Semangat Bangsa: Perayaan Bersama JKPHS di Persada Soekarno Kediri

Oplus_131072
Ibu JKPHS Cab Kediri dalam semangat Kartini

Kediri – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali dihidupkan dalam peringatan Hari Kartini yang berlangsung meriah di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin malam (20/04/2026).

Kegiatan bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang” ini menghadirkan rangkaian acara yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai kebangsaan. Mulai dari doa lintas agama, santunan anak yatim dan fakir miskin, lomba bicara bahasa Jawa, selamatan, fashion show, hingga pembagian doorprize, seluruh rangkaian menjadi simbol kebersamaan lintas elemen masyarakat.

Iklan Majalah Al Kautsar

Acara ini dihadiri oleh tokoh lintas agama, komunitas masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak hanya relevan bagi perempuan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa.

Sarasehan kebangsaan menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan ini. Dua narasumber perempuan, R.A. Jayandari Purnamawati dan Eni Setyoningsih, hadir untuk memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai makna perjuangan Kartini.

Anggota JKPHS menjadi salah satu Nara sumber sarasehan Hari Kartini

Dalam pemaparannya, Jayandari menegaskan bahwa Kartini tidak bisa dipahami hanya sebagai simbol emansipasi perempuan.

“Kartini bukan sekadar berbicara tentang kesetaraan, tetapi tentang kesadaran. Ia adalah sosok yang membangkitkan jati diri manusia, bahkan dalam keterbatasan ruang yang ia hadapi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemikiran Kartini memiliki kontribusi besar dalam membangun kesadaran kebangsaan Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

“Apa yang ditanam oleh Kartini adalah benih kesadaran. Kemudian, gagasan itu dipanen dan diwujudkan oleh Soekarno dalam Proklamasi Kemerdekaan,” tambahnya.

Sementara itu, Eni Setyoningsih menekankan bahwa nilai-nilai Kartini tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.

“Perempuan hari ini tidak hanya dituntut berdaya, tetapi juga mampu menjaga nilai, budaya, dan karakter bangsa. Di situlah semangat Kartini harus terus hidup,” ungkapnya.

Selain sarasehan, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim dan fakir miskin. Hal ini menjadi wujud nyata bahwa semangat Kartini tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan kepedulian sosial.

Ketua panitia, Erny Nengtiyas, menyampaikan bahwa peringatan ini diharapkan menjadi momentum refleksi bersama.

“Kami ingin semangat Kartini tidak hanya dikenang, tetapi benar-benar dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun karakter generasi muda,” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia bersama Jamiyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah Cabang Kediri, serta turut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri dan Pemerintah Desa Pojok.

Melalui peringatan ini, nilai-nilai perjuangan Kartini diharapkan terus menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta kontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang lebih maju.* Salam

Berita sebelumnyaDunia Barat Gagal Mendidik Manusia? Saatnya Dunia Belajar Pendidikan ke Indonesia