Beranda Berita Daerah Tangis Haru Penerima Santunan

Tangis Haru Penerima Santunan

Rumah syukur
Rumah syukur untuk Subani

Iklan Majalah Al Kautsar

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}

Warga Shiddiqiyyah  Daerah
Istimewa Yogyakarta
menyalurkan 630 paket santunan senilai sebesar Rp 114.650.000. Ada penerima yang hatinya
tersentuh hingga masuk menjadi warga Shiddiqiyyah.

Pelaksanaan seremonial Santunan

Nasional XIV provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengundang
perhatian berbagai pihak. Satnas yang b
ertempat di balai Desa Logandeng,
Kecamatan Playen, Kabupaten gunung Kidul ini dihadiri camat, koramil,
kapolsek, perangkat desa, tokoh masyarakat dan menerima santunan. Jumlah
seluruh santunan di Daerah
Istimewa Yogyakarta sebesar Rp 114.650.000 atau setara dengan 630 paket
santunan.

Rinciannya; Kota Yogjakarta menyalurkan 35 paket santunan sejumlah Rp. 7.000.000, Sleman menyalurkan 176 paket sejumlah Rp 35.200.000. Lantas, Bantul menyalurkan 54 paket sebesar
Rp. 8.100.000. Kemudian
Kulon Progo sebanyak 173 paket besar Rp 25.950.000.

Pihak
berwenang sangat kagum dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Thoriqoh Shiddiqiyyah, karena kegiatan yang
dilakukan sangat membantu,” ujar ketua Sugeng, DPD Dhibra perwakilan
Yogyakarta.

Target penerima Satnas adalah anak terlantar, anak
yatim piatu dan kaum dhuafa.  Di Gunung Kidul, sebanyak 192 paket
santunan dengan nilai masing-masing paket sebesar Rp 200.000. Secara
rincinya;
100 paket santunan
diserahkan
untuk anak yatim piatu, 10 paket diberikan pada kegiatan santunan di gedung Jamiatul Mudzakkirin Yogyakarta dan 82 paket diberikan kepada
anak terlantar dan kaum dhuafa.

Begitu pula dari penerima santunan
ada yang terharu menangis karena mendapatkan bantuan dari kami, bahkan saking
terharunya ada penerima santunan masuk Shiddiqiyyah, papar Sugeng.
Menurut dia, simpatisan sangat mendukung kegiatan satnas. Mereka memberikan bantuan material maupun
nonmaterial. Pihak berwenang
juga sangat mendukung sehingga menambah semangat warga
di Yogyakarta dalam
memperkenalkan Thoriqoh Shiddiqiyyah.*

Berita sebelumnyaProgram Tahunan yang Bikin Terkesima
Berita selanjutnyaKhaul Bapak Kholifah Syarif Yusuf Hamdani malam ini