Beranda Berita Daerah Safari untuk Menanamkan Cinta Tanah Air

Safari untuk Menanamkan Cinta Tanah Air

Kota Malang, Jawa Timur

Iklan Majalah Al Kautsar

Murid-murid di 4 Bustan Tsamrotul
Qolbis Salim (BTQ) se-Kota Malang diajak mengunjungi Pondok Pesantren Majma’al
Bahrain HWMI Pusat dan Taman Thoriqoh Shiddiqiyyah Qouman Jazima Kabuh
, Jombang Jawa Timur.

 

SIMBOL-simbol cinta
tanah air yang terpapar dalam bentuk monumen di
Pondok Pesantren Majma’al Bahrain, Ploso, Jombang menjadi inspirasi. Jika dikenalkan sejak usia
dini, akan terus tertanam di bawah sadar hingga mereka dewasa kelak.

Hal ini yang mendasari Safari Hubbul Wathon Minal Iman 170 peserta dari
Kota Malang ke Kabupaten Jombang. Terdiri dari murid-murid BTQ se-Kota Malang,
yakni dari BTQ Klaseman, BTQ Polehan, BTQ Tajri Kuto Bedah dan BTQ Keduyo beserta para ustadz dan
ustadzah BTQ, wali murid dan beberapa warga Shiddiqiyyah Kota Malang lainnya.

Dengan menggunakan tiga bus pariwisata, rombongan berangkat
pada Minggu pagi, 2 Jumadil Akhir 1439 H (18/02/2018 M) menuju Losari, Ploso, Jombang.

Tujuan pertama adalah Pondok
Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Pusat. Di sana para murid diajak berkeliling di
sekitaran Pesantren dan mengambil pelajaran di beberapa tempat. Anak-anak
ditunjukkan seperti apa bangunan mulia Shiddiqiyyah gedung Jaami’atul
Mudzakkirin itu, apa itu Monumen Matahari Terbit, apa itu Monumen Burung Garuda
serta bangunan lainnya.

Para murid juga tampak senang
dengan mengunjungi Pesantren di pusat ini. Terlihat raut keceriaan wajah mereka
ketika melihat-lihat bangunan di sekitar pesantren.

“Mereka sangat senang, tidak
menyangka di dalam pondok kok banyak bangunan-bangunan tentang
kebangsaan,” kata Abd. Rochim Ketua DPD Orshid Kota Malang.

Kemudian dilanjutkan lokasi tujuan
kedua yaitu Taman Thoriqoh Shiddiqiyyah di Qouman Jazima, Kabuh, Jombang. Di lokasi
ini, para murid BTQ diajak melaksanakan kautsaran, lalu mengelilingi lokasi,
dari gubug ke gubug. Disitulah para murid BTQ sambil belajar, mengetahui
bagaimana bentuk bangunan rumah adat masing-masing provinsi melalui bangunan
gubug-gubug yang ada di Qouman Jazima.

Kegiatan safari HWMI selama satu
hari ini merupakan kegiatan pembelajaran untuk para murid BTQ. Ketua DPD Orshid
Kota Malang yang juga mengikuti kegiatan safari tersebut menyebutkan tujuan
pembelajaran yang dapat diambil dari kegiatan tersebut.

“Pembelajaran yang bisa diambil
diantaranya, memperkenalkan cinta tanah air adalah wajib hukumnya, yang kedua
tentang shillaturrohmi yang sangat sangat penting untuk ditumbuh kembangkan
mulai dari anak-anak murid BTQ,” terangnya.

Rochim, sapaan akrabnya, mengaku
bahwa kegiatan safari menyeluruh ini merupakan kegiatan yang pertama kalinya
diadakan. Ia berharap melalui kegiatan ini, para murid BTQ dapat mengetahui
akan pentingnya kita mencintai tanah air.

“Karena dengan cinta tanah air
akan memperkuat dan memperkokoh Bangsa kita yaitu Bangsa Indonesia,”
pungkasnya.*

 

Ajeng
Fidiah

 

Berita sebelumnyaTanbih Keras Sang Mursyid pada Malam Haul, Awas Ada Kholifah yang Murtad
Berita selanjutnyaPencabutan Status Dewan Penasehat Orshid